KEEFEKTIFAN MODEL TALKING STIK BERBANTU
MEDIA PUZZLE
TERHADAP HASIL BELAJAR IPA
TEMA 8 “EKOSISITEM” PADA KELAS V SD
Dampak era globalisasi saat ini adalah adanya
perubahan dan kemajuan yang begitu pesat
sesuai dengan globalisasi, dalam hal ini
yang sangat menonjol adalah perubahan
dalam bidang IPTEK. Dengan kemajuan
dalam bidang IPTEK memiliki pengaruh yang sangat besar dalam dunia
pendidikan yang ada di Indonesia. Dalam dunia
pendidikan guru mempunyai peranan yang sangat penting, karena maju dan
mundurnya dunia pendidikan salah satunya berada di tangan seorang guru. Guru
adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah. (UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).
Dalam pasal 3 Undang – Undang Republik Indonesia No.
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab. Tujuan pendidikan nasional tersebut dicapai dengan menjabarkannya ke
dalam tujuan pembelajaran. Maka sebagai guru harus memiliki kompetensi
pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional Terlebih guru SD yang dituntut
menjadi guru kelas yang harus menguasai semua
mata pelajaran untuk diajarkan di kelas bagi peserta didik. Selain guru,
siswa juga harus berperan aktif dalam pembelajaran dengan cara memperhatikan
guru saat memberi penjelasan, saat guru memberi arahan sebelum melakukan
kegiatan, memperhatikan alat pembelajaran yang dibawa guru, dan selanjutnya
melaksanakan kegiatan yang diarahkan guru dengan baik. Pengalaman belajar yang
baik diharapkan akan menghasilkan siswa yang mandiri, cakap, dan kreatif. Hal inilah yang ingin dicapai oleh seorang
pendidik. Siswa yang mandiri, cakap, dan kreatif akan membuat nilai serta sikap
belajar mereka menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat dari nilai yang
memuaskan artinya dapat melebihi KKM yang ditargetkan oleh guru. Berdasarkan
uraian di atas guru dituntut untuk dapat bekerja sama dengan siswa agar dapat
menghasilkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Situasi
belajar yang seperti ini diharapkan selalu tercipta pada setiap pembelajaran
terutama pembelajaran Ipa. Ipa
merupakan mata pelajaran yang sangat penting dan perlu dipelajari oleh seluruh
siswa mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga 3 jenjang perguruan tinggi.
Pembelajaran pada Tema 8 Ekosistem di SD hendaknya
selalu disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa agar pembelajaran dalam
tema tersebut menjadi menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Pembelajran dapat
merangsang siswa saling bekerjasama dan berpartisipasi aktif dalam
pembelajaran, sehingga materi pelajaran yang disampaikan gur bisa diterima
dengan jelas dan dapat dimengerti. Pola belajar yang demikian akan memberikan
pengalaman belajar yang lebih bermakna dan lebih kuat melekat dalam ingatan
atau pikiran siswa, sehingga hal tersebut akan berdampak pada pencapaian hasil
belajar yang diperoleh oleh siswa.
Akan tetapi, dalam kenyataannya dalam lapangan saat
ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran tema 8 Ekosistem untuk
meningkatkan hasil belajar siswa belum dilakukan secara optimal. Demikian halnya
yang terjadi di SD Kota Semarang
selanjutnya, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada saat magang II
yang dilaksanakan pada tanggal 21-31 maret 2017 terhadap guru, siswa, dan
proses pembelajaran dikelas, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu sebagai
berikut (1) ketika mengajar guru hanya menggunakan metode ceramah dan hanya
menggunakan metode-metode yang sederhana saja (2) guru tidak menggunakan media
yang menarik dan hanya menggunakan media papan tulis dan spidol saja. Jika diterapkan
secara terus menerus maka tidak bisa meningkatkan kreativitas maupun hasil
belajar siswanya dan pembelajaran tida bisa berjalan dengan efektif. Masalah rendahnya
hasil belajar siswa perlu dicarikan solusi agar pembelajaran yang dilaksanakan
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Di sekolah tersebut khususnya kelas 5B
guru kurang mampu mengkondisikan serta kurang mampu dalam memberikan materi. Pada
saat proses pembelajaran guru hanya menggunakan buku tematik pada tema 8
Ekosistem, dengan demikian materi yang diberikan sangatlah penting dnegan
menggunkaan media. Dengan kurangnya guru dalam memberikan materi yang diberikan
kepada siswa sehingga pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan pun masih
kurang. Untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar, maka diperlukan model dan
pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran. Ketepatan dalam memilih
model dan media pembelajaran membawa dampak positif bagi siswa. Dampak positif
tersebut contonya keaktifan siswa dalam pembelajaran yang nantinya akan
berpengaruh pada pencapaian hasil belajar siswa. Salah satu model dan media pembelajaran
adalah model Taking Stik berbantuan
Media Puzzle, media ini merupakan media visual.
Talking stik
merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Talking stik adalah model pembelajaran
yang dilakukan dengan tongkat yang berjalan diiringi lagu dari siswa satu ke
siswa yang lainnya, jika lagunya berhenti otomatis tongkat juga akan ikut berhenti
dan akan berhenti disalah satu siswa maka siswa tersebut berhak menjawab soal
yang diberikan oleh guru. Dengan model tersebut siswa akan semangat dalam
belajarnya.
Mengingat pengklarifikasian jean piaget (tahun 2011,
hal 138) perkembangan intelektual anak, bahwa anak usia Sekolah Dasar berada
dalam tahap operasional konkrit. Berdasarkan hal tersebut diperlukan penggunaan
media dalam proses penyampaian materi pembelajaran untuk memberikan gambaran
materi ajar yang sedang dipelajari oleh siswa. Media berdasarkanbentuk
informasi yang disajikan dapat dibagi menjadi tiga yakni, media visual, audi
dan audio visual. Dari ketiga bagian media media diatas, media visual adalah
media yang paling umum digunakan dalam proses pembelajaran. Melalui media
visual hal tersebut dapat diatasi dengan menampilkan gambar, foto, poster, peta
maupun puzzle. Pemilihan penggunaan media visual ini juga didasarkan atas
kondisi sekolah di SD yang masih belum memiliki alat-alat yang
menunjang dalam penggunaan media audio dan audio visual. Dengan demikian, media
visualm lah yang paling efektif digunakan dalam pembelajaran di SD.
Pembelajaran tema 8 Ekosistem yang menerapkan model Talking Stik berbantu media visual
puzzle diharapkan siswanya tidak hanya belajar dan menerima apa saja yang
disajikan oleh guru didepan kelas, tetapi juga bisa belajar dari siswa lain
dengan cara belajar bersama. Media visual yang ditampilkan pada pembelajaran
yang menerapkan model Taliking Stik dapat memberikan gambaran secara langsung
mengenal materi ajar yang sedang dipelajarioleh siswa, sehingga siswa dapat
lebih mudah memahami materi ajar yang sedang dipelajari.
Berdasarkan uraian diatas, diharapkan pembelajaran
dengan model Talking Stik berbantu
media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu perlu
dilakukan penelitian tentang “Keefektifan Model Talking Stik berbatu Media
Puzzle Terhadap Hasil Belajar IPA Tema 8 “Ekosistem” Siswa Kelas V SD.