Rabu, 18 Oktober 2017


KEEFEKTIFAN MODEL TALKING STIK BERBANTU
 MEDIA PUZZLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA
 TEMA 8 “EKOSISITEM” PADA KELAS V SD

A. Latar Belakang Masalah
Dampak era globalisasi saat ini adalah adanya perubahan dan  kemajuan yang begitu pesat sesuai dengan  globalisasi, dalam hal ini yang  sangat menonjol adalah perubahan dalam bidang IPTEK. Dengan kemajuan  dalam bidang IPTEK memiliki pengaruh yang sangat besar dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Dalam dunia  pendidikan guru mempunyai peranan yang sangat penting, karena maju dan mundurnya dunia pendidikan salah satunya berada di tangan seorang guru. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. (UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). 
Dalam pasal 3 Undang – Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan nasional tersebut dicapai dengan menjabarkannya ke dalam tujuan pembelajaran. Maka sebagai guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional Terlebih guru SD yang dituntut menjadi guru kelas yang harus menguasai semua  mata pelajaran untuk diajarkan di kelas bagi peserta didik. Selain guru, siswa juga harus berperan aktif dalam pembelajaran dengan cara memperhatikan guru saat memberi penjelasan, saat guru memberi arahan sebelum melakukan kegiatan, memperhatikan alat pembelajaran yang dibawa guru, dan selanjutnya melaksanakan kegiatan yang diarahkan guru dengan baik. Pengalaman belajar yang baik diharapkan akan menghasilkan siswa yang mandiri, cakap, dan kreatif. Hal  inilah yang ingin dicapai oleh seorang pendidik. Siswa yang mandiri, cakap, dan kreatif akan membuat nilai serta sikap belajar mereka menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat dari nilai yang memuaskan artinya dapat melebihi KKM yang ditargetkan oleh guru. Berdasarkan uraian di atas guru dituntut untuk dapat bekerja sama dengan siswa agar dapat menghasilkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Situasi belajar yang seperti ini diharapkan selalu tercipta pada setiap pembelajaran terutama pembelajaran Ipa.   Ipa merupakan mata pelajaran yang sangat penting dan perlu dipelajari oleh seluruh siswa mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga 3 jenjang perguruan tinggi.
Pembelajaran pada Tema 8 Ekosistem di SD hendaknya selalu disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa agar pembelajaran dalam tema tersebut menjadi menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Pembelajran dapat merangsang siswa saling bekerjasama dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, sehingga materi pelajaran yang disampaikan gur bisa diterima dengan jelas dan dapat dimengerti. Pola belajar yang demikian akan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan lebih kuat melekat dalam ingatan atau pikiran siswa, sehingga hal tersebut akan berdampak pada pencapaian hasil belajar yang diperoleh oleh siswa.
Akan tetapi, dalam kenyataannya dalam lapangan saat ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran tema 8 Ekosistem untuk meningkatkan hasil belajar siswa belum dilakukan secara optimal. Demikian halnya yang terjadi di SD Kota Semarang selanjutnya, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada saat magang II yang dilaksanakan pada tanggal 21-31 maret 2017 terhadap guru, siswa, dan proses pembelajaran dikelas, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu sebagai berikut (1) ketika mengajar guru hanya menggunakan metode ceramah dan hanya menggunakan metode-metode yang sederhana saja (2) guru tidak menggunakan media yang menarik dan hanya menggunakan media papan tulis dan spidol saja. Jika diterapkan secara terus menerus maka tidak bisa meningkatkan kreativitas maupun hasil belajar siswanya dan pembelajaran tida bisa berjalan dengan efektif. Masalah rendahnya hasil belajar siswa perlu dicarikan solusi agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Di sekolah tersebut khususnya kelas 5B guru kurang mampu mengkondisikan serta kurang mampu dalam memberikan materi. Pada saat proses pembelajaran guru hanya menggunakan buku tematik pada tema 8 Ekosistem, dengan demikian materi yang diberikan sangatlah penting dnegan menggunkaan media. Dengan kurangnya guru dalam memberikan materi yang diberikan kepada siswa sehingga pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan pun masih kurang. Untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar, maka diperlukan model dan pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran. Ketepatan dalam memilih model dan media pembelajaran membawa dampak positif bagi siswa. Dampak positif tersebut contonya keaktifan siswa dalam pembelajaran yang nantinya akan berpengaruh pada pencapaian hasil belajar siswa. Salah satu model dan media pembelajaran adalah model Taking Stik berbantuan Media Puzzle, media ini merupakan media visual.
Talking stik merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Talking stik adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan tongkat yang berjalan diiringi lagu dari siswa satu ke siswa yang lainnya, jika lagunya berhenti otomatis tongkat juga akan ikut berhenti dan akan berhenti disalah satu siswa maka siswa tersebut berhak menjawab soal yang diberikan oleh guru. Dengan model tersebut siswa akan semangat dalam belajarnya.
Mengingat pengklarifikasian jean piaget (tahun 2011, hal 138) perkembangan intelektual anak, bahwa anak usia Sekolah Dasar berada dalam tahap operasional konkrit. Berdasarkan hal tersebut diperlukan penggunaan media dalam proses penyampaian materi pembelajaran untuk memberikan gambaran materi ajar yang sedang dipelajari oleh siswa. Media berdasarkanbentuk informasi yang disajikan dapat dibagi menjadi tiga yakni, media visual, audi dan audio visual. Dari ketiga bagian media media diatas, media visual adalah media yang paling umum digunakan dalam proses pembelajaran. Melalui media visual hal tersebut dapat diatasi dengan menampilkan gambar, foto, poster, peta maupun puzzle. Pemilihan penggunaan media visual ini juga didasarkan atas kondisi sekolah di SD  yang masih belum memiliki alat-alat yang menunjang dalam penggunaan media audio dan audio visual. Dengan demikian, media visualm lah yang paling efektif digunakan dalam pembelajaran di SD.
Pembelajaran tema 8 Ekosistem yang menerapkan model Talking Stik berbantu media visual puzzle diharapkan siswanya tidak hanya belajar dan menerima apa saja yang disajikan oleh guru didepan kelas, tetapi juga bisa belajar dari siswa lain dengan cara belajar bersama. Media visual yang ditampilkan pada pembelajaran yang menerapkan model Taliking Stik dapat memberikan gambaran secara langsung mengenal materi ajar yang sedang dipelajarioleh siswa, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi ajar yang sedang dipelajari.
Berdasarkan uraian diatas, diharapkan pembelajaran dengan model Talking Stik berbantu media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang “Keefektifan Model Talking Stik berbatu Media Puzzle Terhadap Hasil Belajar IPA Tema 8 “Ekosistem” Siswa Kelas V SD.